husni
husni
  • 26 Jun 2026, 11.05
  • 4 min read
Breaking News

Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 2026, Likuidasi Tembus US$1,26 Miliar dan Nasdaq Ikut Terseret

Bitcoin sempat jatuh hingga menyentuh US$58.100, level terendah sepanjang 2026, sebelum kembali diperdagangkan di sekitar US$60.000. Penurunan tajam ini memicu likuidasi lebih dari US$1,26 miliar dalam 24 jam, menekan saham-saham terkait Bitcoin seperti Strategy Shares dan MicroStrategy, serta menyeret Nasdaq 100 ke zona negatif.

Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 2026, Likuidasi Tembus US$1,26 Miliar dan Nasdaq Ikut Terseret

Bitcoin Cetak Level Terendah Baru di 2026

Pasar crypto kembali mengalami guncangan besar setelah Bitcoin anjlok hingga menyentuh US$58.100, yang menjadi level terendah sepanjang tahun 2026. Meski sempat pulih ke area US$60.000 saat artikel ini ditulis, tekanan jual yang terjadi dalam beberapa jam terakhir menunjukkan bahwa volatilitas pasar masih berada pada level yang sangat tinggi.

Penurunan tersebut tidak hanya memicu aksi jual di pasar crypto, tetapi juga berdampak ke pasar saham Amerika Serikat, khususnya saham-saham yang memiliki eksposur besar terhadap Bitcoin serta indeks teknologi Nasdaq 100.


Likuidasi Massal Tembus US$1,26 Miliar

Koreksi tajam Bitcoin memicu gelombang long liquidation di berbagai bursa derivatif crypto. Data on-chain dari CoinGlass menunjukkan total likuidasi dalam 24 jam terakhir mencapai sekitar US$1,265 miliar, dengan lebih dari 209.000 trader terkena likuidasi paksa.

Yang paling mencolok, lebih dari US$430 juta posisi terlikuidasi hanya dalam waktu satu jam, menandakan bahwa penurunan harga berlangsung sangat cepat dan memicu efek domino pada posisi leverage yang digunakan para trader.

Fakta Penting

  • Bitcoin sempat turun hingga US$58.100.
  • Total likuidasi mencapai US$1,265 miliar.
  • Lebih dari 209.000 trader terkena likuidasi.
  • Sekitar US$430 juta posisi terhapus hanya dalam satu jam.

Likuidasi besar dalam waktu singkat biasanya mempercepat penurunan harga karena sistem bursa secara otomatis menjual aset untuk menutup posisi trader yang menggunakan leverage.


Apa yang Memicu Penurunan?

Hingga saat ini belum ada satu faktor tunggal yang menjadi penyebab koreksi tajam tersebut. Namun sejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan memperburuk tekanan jual di pasar.

Beberapa faktor yang menjadi perhatian investor antara lain:

  • Likuiditas global yang semakin ketat.
  • Kekhawatiran terhadap arah kebijakan Federal Reserve.
  • Meningkatnya aksi ambil untung setelah reli sebelumnya.
  • Likuidasi berantai pada pasar derivatif.
  • Menurunnya minat terhadap aset berisiko.

Kombinasi faktor tersebut membuat tekanan jual berkembang menjadi cascade liquidation, yaitu kondisi ketika likuidasi memicu penurunan harga yang kemudian menyebabkan likuidasi berikutnya dalam skala yang lebih besar.


Saham Terkait Bitcoin Ikut Tertekan

Dampak koreksi Bitcoin juga langsung terasa di pasar saham Amerika Serikat.

Beberapa perusahaan dengan eksposur besar terhadap Bitcoin mengalami pelemahan signifikan, termasuk:

  • Strategy Shares (STRC) yang sempat turun ke kisaran US$74.
  • MicroStrategy (MSTR) milik Michael Saylor yang sempat menyentuh area US$86.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor tidak hanya mengurangi eksposur pada aset crypto, tetapi juga pada perusahaan yang kinerjanya sangat dipengaruhi oleh harga Bitcoin.


Nasdaq 100 Berbalik Melemah

Tidak hanya pasar crypto, tekanan juga menjalar ke pasar saham teknologi Amerika Serikat.

Nasdaq 100 yang sebelumnya diperdagangkan di zona hijau berbalik melemah lebih dari 2% hanya dalam waktu sekitar 30 menit, menghapus seluruh kenaikan yang sempat terjadi pada sesi perdagangan hari itu.

Pergerakan yang hampir bersamaan antara Bitcoin dan Nasdaq kembali memperlihatkan tingginya korelasi antara aset digital dengan saham teknologi, terutama ketika sentimen pasar berubah menjadi risk-off.

Saat investor mulai menghindari risiko, aset seperti Bitcoin dan saham teknologi sering kali mengalami tekanan secara bersamaan.


Mengapa Korelasi dengan Nasdaq Semakin Kuat?

Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin semakin dipandang sebagai aset berisiko (risk asset), bukan sekadar aset alternatif.

Hal ini menyebabkan pergerakan Bitcoin semakin dipengaruhi oleh faktor-faktor makro seperti:

  • Kebijakan suku bunga The Fed.
  • Pergerakan imbal hasil obligasi AS.
  • Kekuatan dolar AS.
  • Likuiditas global.
  • Sentimen investor terhadap saham teknologi.

Ketika likuiditas pasar menyusut atau ekspektasi suku bunga meningkat, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset yang memiliki volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin.


Level Penting yang Kini Dipantau Investor

Setelah penurunan tajam ini, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada beberapa area teknikal yang dinilai krusial.

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas area US$60.000, pasar berpeluang membangun fase konsolidasi sebelum mencoba melakukan pemulihan.

Namun apabila tekanan jual kembali meningkat dan harga menembus area US$58.000, bukan tidak mungkin koreksi berlanjut menuju level support berikutnya yang menjadi perhatian banyak analis.

Di sisi lain, investor juga akan mencermati apakah arus dana ke ETF Bitcoin Spot tetap bertahan atau justru mulai menunjukkan pelemahan, mengingat produk ETF masih menjadi salah satu sumber permintaan institusional terbesar terhadap Bitcoin.


Kesimpulan

Penurunan Bitcoin ke level US$58.100 menjadi salah satu koreksi terbesar sepanjang tahun 2026 dan kembali menunjukkan betapa sensitifnya pasar crypto terhadap perubahan sentimen global. Likuidasi lebih dari US$1,26 miliar, pelemahan saham-saham yang terkait Bitcoin, serta penurunan tajam Nasdaq 100 memperlihatkan bahwa tekanan kali ini tidak hanya terjadi di pasar aset digital, tetapi juga menjalar ke pasar keuangan yang lebih luas.

Dalam jangka pendek, fokus investor kini akan tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area US$60.000, perkembangan arus dana ETF Spot Bitcoin, serta arah kebijakan Federal Reserve yang masih menjadi faktor utama dalam menentukan likuiditas pasar global.

603

Related Posts

Artikel terkait yang mungkin Anda suka

View All

Latest Posts

Artikel terbaru dari blog kami