- 17 Des 2025, 11.33
- 2 min read
Senat AS Tunda RUU Struktur Pasar Kripto hingga 2026 Akibat Perselisihan Internal
Senat Amerika Serikat resmi menunda pemungutan suara RUU Struktur Pasar Kripto yang krusial hingga awal tahun 2026. Penundaan ini disebabkan oleh kebuntuan legislatif dan perselisihan antara Komite Perbankan (SEC) dan Komite Pertanian (CFTC) mengenai otoritas pasar spot kripto. Selain konflik yurisdiksi, regulasi DeFi dan tekanan dari kelompok advokasi konsumen terkait perlindungan investor menjadi hambatan utama dalam mencapai konsensus sebelum akhir sesi legislatif tahun ini.

Kebuntuan di Senat: RUU Struktur Pasar Kripto AS Ditunda Hingga 2026
Harapan industri aset digital untuk mendapatkan kepastian regulasi tahun ini harus pupus. Senat Amerika Serikat telah memutuskan untuk menunda RUU Struktur Pasar Kripto yang telah lama dinantikan. Dengan habisnya waktu legislatif, pertimbangan akhir terhadap kerangka hukum ini baru akan dijadwalkan kembali pada awal tahun 2026.
Penundaan ini mencerminkan betapa kompleksnya upaya untuk mengintegrasikan aset kripto ke dalam sistem hukum keuangan AS yang ada saat ini.
Konflik Yurisdiksi: SEC vs CFTC
Hambatan utama dalam negosiasi ini adalah perselisihan internal antara dua komite kuat di Senat: Komite Perbankan dan Komite Pertanian.
- Perebutan Wewenang: Komite Perbankan yang mengawasi SEC dan Komite Pertanian yang mengawasi CFTC keduanya mengklaim hak pengawasan atas pasar spot kripto.
- Rumusan yang Gagal: Hingga sesi berakhir, para negosiator gagal menemukan titik temu yang dapat diterima oleh kedua komite tersebut, membuat draf RUU tetap menggantung tanpa dukungan mayoritas.
Titik Buntu: Regulasi DeFi dan Perlindungan Konsumen
Selain masalah yurisdiksi, para senator juga berhadapan dengan perdebatan sengit mengenai Keuangan Terdesentralisasi (DeFi).
- Pengecualian Protokol: Sebagian pihak mendorong agar protokol yang benar-benar terdesentralisasi tanpa perantara pengendali dikecualikan dari aturan ketat.
- Kekhawatiran Celah Hukum: Pihak lain memperingatkan bahwa pengecualian yang terlalu luas dapat menciptakan celah besar yang melemahkan penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal.
- Tekanan Advokasi: Kelompok advokasi konsumen turut menambah tekanan dengan menolak bagian RUU yang dianggap mengurangi kekuasaan SEC, karena khawatir hal tersebut akan memperlemah perlindungan investor pasca-runtuhnya beberapa platform kripto besar di masa lalu.
Penundaan ini meninggalkan pasar kripto AS dalam kondisi "status quo" yang penuh ketidakpastian regulasi selama setahun ke depan, sebuah situasi yang menurut banyak pakar dapat menghambat inovasi domestik.
Kesimpulan
Keputusan Senat AS untuk menunda RUU Struktur Pasar Kripto hingga 2026 menunjukkan bahwa jalur menuju regulasi kripto yang komprehensif masih sangat terjal. Dengan adanya konflik yurisdiksi antara SEC dan CFTC serta perdebatan mengenai DeFi, para pelaku industri kini harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan kerangka kerja yang jelas, sementara regulator kemungkinan besar akan terus menggunakan pendekatan penegakan hukum yang ada.
Related Posts
Artikel terkait yang mungkin Anda suka
Bhutan Luncurkan Token Berdaulat $TER Berbasis Emas di Blockchain Solana

GoTyme Bank Digital Filipina Tawarkan Akses Kripto Langsung ke Jutaan Nasabah Melalui Kemitraan Alpaca

Kepemilikan Bitcoin Korporat Melonjak Tajam Menjadi 1,08 Juta BTC Sejak Awal 2023

A16z Crypto Buka Kantor Asia Pertama di Seoul, Tunjuk Sungmo Park Pimpin Ekspansi Regional

Aktivitas On-Chain XRP Ledger Anjlok 89%, Biaya Transaksi Turun ke Level Desember 2020

Pakistan Pertimbangkan Gunakan Surplus Energi 20 GW untuk Dukung Infrastruktur Bitcoin Mining & AI

Latest Posts
Artikel terbaru dari blog kami









