- 10 Des 2025, 06.39
- 3 min read
Bank Sentral Tiongkok Perketat Penindakan Crypto dan Stablecoin, Tegaskan Status Ilegal dalam Sistem Keuangan
Analisis sikap terbaru PBoC terhadap Crypto, fokus penindakan stablecoin, risiko sistemik yang dikhawatirkan regulator, dan implikasinya terhadap pasar aset digital.

PBoC Perketat Penindakan Crypto dan Fokus pada Stablecoin Setelah Rapat Pemerintah Terbaru
Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) kembali menegaskan sikap tegasnya terhadap Crypto dan mengumumkan langkah baru untuk memperketat pengawasan. Dalam rapat pemerintah yang baru-baru ini digelar dengan melibatkan sekitar selusin lembaga negara, PBoC menyatakan bahwa mereka akan secara konsisten menindak pelanggaran yang melanggar larangan Crypto, dengan perhatian khusus pada stablecoin.
Dalam pernyataan resminya, PBoC menegaskan bahwa mata uang virtual—including stablecoin—tidak memiliki status apa pun sebagai alat pembayaran sah di Tiongkok. Regulasi ini bukan hal baru, namun penekanan ulang ini menunjukkan eskalasi sikap tegas di tengah meningkatnya aktivitas aset digital secara global.
Aktivitas Crypto Dikategorikan sebagai Operasi Keuangan Ilegal
Menurut PBoC, segala aktivitas yang melibatkan:
- perdagangan,
- penerbitan (issuance),
- distribusi, atau
- transfer aset digital,
tetap dikategorikan sebagai operasi keuangan ilegal di wilayah Tiongkok. Hal ini mencakup baik token kripto tradisional maupun stablecoin yang terkait dengan mata uang fiat.
PBoC juga menyoroti bahwa banyak penyedia stablecoin gagal menerapkan KYC dan AML secara memadai, sehingga memperbesar risiko terhadap arus modal ilegal.
Fokus Penindakan Baru: Stablecoin sebagai Risiko Sistemik
Dalam laporan terbaru, PBoC menggambarkan stablecoin sebagai instrumen yang membawa risiko yang lebih tinggi dibanding Crypto tradisional. Alasannya:
• Risiko Pencucian Uang
Stablecoin memungkinkan pelaku jahat memindahkan dana dengan cepat dan relatif sulit dilacak.
• Potensi Penipuan
Kurangnya pengawasan terhadap beberapa penerbit stablecoin membuatnya rentan dimanfaatkan untuk skema penipuan.
• Transfer Modal Ilegal
Karena stablecoin dipatok pada mata uang fiat, pengguna dapat menggunakannya untuk menghindari kontrol modal tradisional Tiongkok. Ini dianggap ancaman langsung terhadap stabilitas ekonomi negara.
• Keterikatan dengan Sistem Keuangan Global
Hubungan stablecoin dengan aset dunia nyata dianggap dapat membawa risiko eksternal masuk ke sistem domestik Tiongkok.
Stablecoin, menurut pandangan regulator, menghadirkan risiko sistemik karena daya pakai dan kecepatannya, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengalirkan dana keluar-masuk negeri tanpa melalui jalur resmi.
Peningkatan Inspeksi, Investigasi, dan Potensi Sanksi
Untuk mengatasi risiko tersebut, PBoC mengumumkan serangkaian langkah yang akan diperkuat:
- Inspeksi mendetail terhadap aktivitas digital yang dianggap mencurigakan
- Investigasi lintas lembaga bersama otoritas keuangan, kepolisian, dan regulator internet
- Pengenaan sanksi bagi perusahaan dan individu yang melanggar larangan Crypto
- Pengawasan yang lebih agresif terhadap aktivitas stablecoin lintas platform dan lintas batas
Langkah-langkah ini bertujuan menjaga stabilitas keuangan domestik serta menahan potensi aliran modal yang tidak terkendali.
Konteks Geopolitik dan Kebijakan Tiongkok
Sikap keras ini sejalan dengan strategi besar Beijing:
- mempertahankan kontrol total terhadap arus modal,
- menekankan dominasi yuan digital (e-CNY),
- menolak aset yang mengurangi otoritas bank sentral,
- dan memastikan tidak ada sistem pembayaran alternatif yang berkembang di luar pengawasan negara.
Dengan pesatnya pertumbuhan stablecoin global, terutama yang berbasis dolar, Beijing melihat adanya risiko geopolitik tambahan: pengaruh sistem dolar melalui stablecoin dapat menembus firewall finansial Tiongkok.
Kesimpulan
PBoC kembali memperkuat pendiriannya: Crypto dan stablecoin tetap ilegal di Tiongkok, dan aktivitas terkait akan semakin ditekan. Penekanan terbaru terhadap stablecoin mencerminkan kekhawatiran mendalam regulator mengenai risiko sistemik, pencucian uang, serta potensi pelarian modal.
Dengan meningkatnya inspeksi dan investigasi, Tiongkok mengirimkan pesan jelas bahwa mereka tidak akan memberi ruang bagi stablecoin atau aset digital lain untuk berkembang di luar kendali negara—terutama di saat negara sedang memperluas adopsi yuan digital sebagai alternatif yang diawasi ketat.
Related Posts
Artikel terkait yang mungkin Anda suka
HMRC Inggris Beri Kejelasan Pajak DeFi, Penyetoran Kripto ke Platform Pinjaman Tidak Kena Pajak

Aktivitas On-Chain XRP Ledger Anjlok 89%, Biaya Transaksi Turun ke Level Desember 2020

Stripe Akuisisi Tim Valora untuk Perluas dan Perkuat Layanan serta Produk Kripto

Presiden Trump Klaim Pertahankan Hubungan Baik dengan Presiden Xi Jinping

GoTyme Bank Digital Filipina Tawarkan Akses Kripto Langsung ke Jutaan Nasabah Melalui Kemitraan Alpaca

Satoshi Nakamoto Institute Galang Dana untuk Bangun Perpustakaan Bitcoin Arsip Publik

Latest Posts
Artikel terbaru dari blog kami









